Sejak kehidupan ini ada dan sampai kapan berakhir, manusia selalu mencari yang di agungkan. Dialah yang bisa mebahagiakan dan bisa memberikan perlindungan. Dialah yang dituju, dan ridhonyalah yang dicari, sebagaimana dzikir yang selalu dibaca oleh Ahli Thariqaht ahli sunnah waljamaah.
“ YAA ALLOH TUHANKU ,ENGKAULAH YANGKU TUJU DAN RIDHOMULAH YANG KUCARI”
Pencarian itu tidak akan pernah berhenti sebelum bertemu hakikat siapa dan apa yang paling diagungkan, Orang-orang baik dan bijak terdiri dari para nabi, para rosul, para wali dan orang-rang beriman, Semua mencari siapa yang berhak untuk diagungkan.
Mereka baru berhenti melakukan pencariaan setelah menemukan siapa hakikat yang paling berhak diagungkan, Yaitu ALLOH Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Setelah pencarian itu berhasil, tidak ada yang mereka lakukan terkucuali ibadah menjadikan semua hal yang dilakaukan jadi ibadah sesui kodrat manusia diciptakan Alloh hanya untuk ibadah, Bermunajat , tunduk dan patuh kepada ALLOH, berzikir dan menyebut Asma Alloh, memohon, bersandar dan berserah diri kepada Alloh.
Banyak manusia yang mengagungkan kesenangan, Sehingga demi kesenangan, mereka mau menjadi budak nafsu, rela melakukan apa saja, dan bahkan berani mati demi sebuah kesenangan.
Harta adalah kesenangan dan kemewahan yang diagungkan dan terus dicari berbagai macem cara, Jabatan adalah kesenangan , maka jabatan di agungkan dan diburu dengan berbagai macem cara, Hoby adalah kesenangan, maka dilakukan sampai lupa diri dan lupa segalanya.
Semua yang diagungkan selain ALLOH adalah sebuah kesalahan, Karena salah mengagungkan , Maka kesenangan yang didapat tidak membuatnya puas dan berhenti mengejar, tetapi justru semakinn kurang dan tidak mendatangkan kedamaian, Lihatlah bagaimana si Qorun mengagungkan harta dan kekayaan juga jabatannya,karena salah mengagungkan, maka hartanya menjadi kuburan bagi dirinya, Lihatlah para pemimpin yang mengagungkan jabatan, Karena salah mengagungkan maka lama-lama dilengserkan, akhirnya dihina dan terhinakan.
Sesungguhnya setiap diri atau setiap jiwa sangat rindu kepada yang di agungkan. Dia yakin bahwa yang di agungkan itulah yang akan memberikan kedamaian dan ketenangan sejati. Mengapa? Karena manusia memiliki fitrah dan suara hati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar